Festival Akar, Bentuk Perlawanan Warga Terhadap Kerusakan Lingkungan di Karawang
- account_circle Brillian Sp
- calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
- visibility 91

Warga berkumpul di Festival Akar yang berlokasi di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan.
PANGKALAN, LENSAIND.COM – Sebuah gerakan perlawanan terhadap perusakan lingkungan, khususnya di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Pangkalan, Kabupaten Karawang, digaungkan oleh Solidaritas Akar. Kolektif ini menggelar Festival Akar pada 14 September 2025 di Kampung Citaman, Desa Tamansari, dengan tema “Jaga Karst, Jaga Lingkungan”.
Koordinator Solidaritas Akar, Mohamad Alda, menegaskan festival ini adalah bentuk protes terhadap buruknya penanganan lingkungan oleh pemerintah daerah maupun pusat. Menurutnya, wilayah KBAK Pangkalan seharusnya dilindungi dari aktivitas tambang yang eksploitatif.
“Sebagai masyarakat yang tinggal di KBAK Pangkalan, kami menolak keras keberadaan perusahaan tambang. Kawasan ini bukan tanah kosong yang bisa dimasuki perusahaan eksploitatif,” ujar Alda dalam rilis yang didapatkan tim Lensaind.com, pada Selasa (16/9/2025).
Ia juga menjelaskan Solidaritas Akar adalah kolektif kaum muda Karawang Selatan yang bertekad melawan industri ekstraktif yang merampas ruang hidup dan masa depan mereka. Alda menggunakan perumpamaan “akar” untuk menggambarkan gerakan mereka yang akan terus menyebar dan menguat.
Dalam pernyataan sikap yang dirilis pasca-festival, Solidaritas Akar menyampaikan lima poin tuntutan utama, yang dibacakan langsung oleh Alda.
Pertama, mereka menegaskan bahwa kawasan karst memiliki fungsi ekologis, hidrogis, budaya, dan ekonomi yang sangat penting, sehingga wajib dilindungi dari segala bentuk eksploitasi.
Kedua, mereka menyebut praktik tambang di kawasan karst sebagai “kejahatan lingkungan” yang merampas kehidupan masyarakat dan merusak alam.
Ketiga, Solidaritas Akar secara spesifik menolak aktivitas pertambangan PT. Jui Shin Indonesia, PT. Mas Putih Belitung, dan perusahaan eksploitatif lainnya. “Pembangunan yang menghancurkan karst adalah pembangunan palsu!” tegas Alda.
Keempat, mereka mendorong pemerintah daerah dan pusat untuk menegakkan hukum dan melindungi kawasan karst sebagai area lindung. Solidaritas Akar juga mendesak pemerintah untuk menyusun kebijakan pembangunan yang berpihak pada kelestarian lingkungan.
Terakhir, mereka mengajak seluruh masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab moral dan sosial bersama.
“Kami percaya akar yang kuat membuat pohon lebih kokoh. Ini adalah perlawanan kami untuk melindungi masa depan Karawang,” tutup Alda. (Bsp)
- Penulis: Brillian Sp
- Editor: Yuda Febrian Silitonga
